Belajar dan terus belajar , hingga liang lahat..__^_^__

Just Motivation "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.s. al-Mujadalah : 11)"

KESUKSESAN RASULLAH SAW MELAKUKAN PERUBAHAN

Kepemimpinan seseorang dilihat dari bagaimana dia bersikap dan bertindak dalam kepemimpinannya, salah satu yang terpenting  adalah kemampuan mengambil keputusan dan membuat kebijakan, efektifitas sebuah kebijakan dan bagaimana dampak dari kebijakan tersebut. Sebuah keputusan lahir dari sebuah proses berfikir. Bermula dari cara pandang seorang pemimpin dalam menilai sesuatu kemudian berpengaruh terhadapat cara berfikirnya. 

Cara berfikir yang bermula dari cara pandang tadi akan menjadi penentu, tepat atau tidaknya keputusan seorang pemimpin dalam mengambil kebijakan. Kebijakan tersebut akan berpengaruh terhadap banyak orang dan ruang lingkup lainnya.  Kesalahan mengambil sebuah keputusan dalam memilih kebijakan akan berujung pada kegagalan suatu program atau bahkan kehancuran suatu instansi , bangsa dan negara. 

Untuk itu kita perlu belajar dari sosok pemimpin yang sukses melakukan perubahan besar dan bijak dalam mengambil keputusan  , dia adalah Muhammad SAW. Sifat dan akhlaqnya  yang agung dan mulia, mengetuk hati banyak penulis  seperti Michael H. Hart, seorang ahli astronomi dan ahli sejarah terkenal di Amerika Serikat. Dalam bukunya “The 100” dia  mengatakan bahwa  Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling berpengaruh di antara milyaran penduduk dunia, karena  ia adalah satu-satunya manusia yang berhasil secara luar biasa melakukan perubahan , baik dalam kegiatan keagamaan maupun dalam pemerintahan. Penulis lainnya seperti Will Durant menganggap Nabi Muhammad Saw sebagai pribadi yang lengkap, karena beliau adalah seorang sosiolog, psikolog, politisi, agamawan juga seorang pemimpin besar. Asghar Ali Enginger juga menegaskan bahwa sosok pemimpin yang sangat rendah hati, tapi berhati luhur dan berotak luar biasa cerdas. Penulis Antonio Gramsci dan Ali Syari’ati, mengatakan beliau adalah sosok intelektual organic dan rausyan fikr yang ideal. Karena dalam perjalanan hidupnya, beliau berhasil menyatukan idealisme intelektual dan aktivisme sosial sebagai pemandu perjuangan dan visi gerakan langkahnya dalam menjalani kehidupan ini.

Dalam mengambil kebijakan dan memecahkan suatu masalah Rasulullah SAW berpedoman kepada syraiat islam yang terkandung dalam Al Quran, tetapi jika ada masalah yang tidak ditetapkan dalam al quran maka keputusan berada di tangan Nabi, kebiajakan-kebijakan yang bersumber dari nabi yang saat ini disebut tertuang dalam Hadist. Disinilah nabi Muhammad Saw menjabat peran ganda yaitu sebagai Nabi dan sebagai kepala pemerintahan. Walau Nabi Muhammad Saw menjabat otoritas tertinggi, namun beliau sering mengajak musyawarah para sahabat untuk memutuskan masalah-masalah penting.

 

 

Bagaimana cara Nabi Muhammad SAW berpikir?

Sebagian besar dari kita pernah mendengar tentang kepemimpinan seorang Muhammad saw. Dalam masa 22 tahun beliau sanggup mengangkat derajat bangsa Arab dari bangsa jahiliah yang diliputi kebodohan dan keterbelakangan menjadi bangsa terkemuka dan berhasil memimpin banyak bangsa di dunia. Orang-orang yang berada di bawah kepemimpinannya merasakan kelembutan, kasih sayang dan penghormatan dari seorang pemimpin bernama Muhammad. Cara berpikir Muhammad saw yang lurus terlahir dari cara pandangnya yang juga lurus terhadap hidup dan kehidupan ini. Cara berpikir yang lurus tadi menghasilkan sebuah keputusan yang tepat sekaligus dapat diterima semua pihak.



Inilah cara berpikir Muhammad saw tersebut :

1.     Beliau menomorsatukan fungsi sebagai landasan dalam memilih orang atau sesuatu, bukan penampilan atau faktor-faktor luar lainnya.

Keempat sahabat yang dikenal sangat dekat dengan Beliau, yakni Abu Bakar Assidiq, Umar ibnu Khattab, Ustman ibnu Affan dan Ali ibnu Abi Tholib adalah gambaran jelas kemampuan Muhammad saw dalam melihat fungsi.Keempat sahabat tersebut memiliki fungsi sendiri-sendiri dalam era kepemimpinan Muhammad saw, yaitu :

  1. Abu Bakar Assidiq yang bersifat percaya sepenuhnya kepada Muhammad saw, adalah sahabat utama.
    Ini bermakna kepercayaan dari orang lain adalah modal utama seorang pemimpin.
  2. Umar ibnu Khattab bersifat kuat, berani dan tidak kenal takut dalam menegakkan kebenaran. Ini bermakna kekuasaan akan efektif apabila ditunjang oleh semangat pembelaan terhadap kebenaran dengan penuh keberanian dan ditunjang kekuatan yang memadai.
  3. Ustman ibnu Affan adalah seorang pedagang kaya raya yang rela menafkahkan seluruh harta kekayaannya untuk perjuangan Muhammad saw. Faktor ketiga yang tidak kalah penting adalah pendanaan. Sebuah kepemimpinan akan lebih lancar apabila ditunjang kondisi ekonomi yang baik dan keuangan yang lancar. Dan juga dibutuhkan pengorbanan yang tulus dari pemimpinnya demi kepentingan orang banyak.
  4. Ali ibnu Abi Thalib adalah seorang pemuda yang berani dan tegas, penuh ide kreatif, rela berkorban dan lebih suka bekerja dari pada bicara. Kepemimpinan akan menjadi semakin kuat karena ada regenerasi. Tidak ada pemimpin yang berkuasa selamanya, dia perlu menyiapkan penerus agar rencana-rencana yang belum terlaksana bisa dilanjutkan oleh generasi berikutnya.

 

2.     Beliau mengutamakan segi kemanfaatan daripada kesia-siaan

Tidak ada perkataan, perbuatan bahkan diamnya seorang Muhammad yang menjadi sia-sia dan tidak bermakna. Pilihan terhadap kurma, madu, susu kambing dan air putih sebagai makanan yang bermanfaat untuk tubuh adalah salah satu contohnya. Bagaimana sukanya Muhammad terhadap orang yang bekerja keras dan memberikan manfaat terhadap orang banyak dan kebencian beliau terhadap orang yang menyusahkan dan merugikan orang lain adalah contoh yang lain.

 

3.     Beliau mendahulukan yang lebih mendesak daripada yang bisa ditunda

Ketika ada yang bertanya kepadanya, mana yang harus dipilih apakah menyelamatkan seorang anak yang sedang menghadapi bahaya atau meneruskan shalat, maka beliau menyuruh untuk membatalkan shalat dan menyelamatkan anak yang sedang menghadapi bahaya.

 

4.     Beliau lebih mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri

Ketika datang wahyu untuk melakukan hijrah dari kota Makkah ke Madinah, Muhammad Saw baru berangkat ke Madinah setelah semua kaum Muslimin Makkah berangkat terlebih dulu. Padahal saat itu beliau terancam akan dibunuh, namun tetap mengutamakan keselamatan kaumnya yang lebih lemah.
Ketika etnik Yahudi yang berada di dalam kekuasaan kaum Muslimin meminta perlindungan kepadanya dari gangguan orang Islam di Madinah, beliau sampai mengeluarkan pernyataan : Bahwa barang siapa yang mengganggu dan menyakiti orang-orang Yahudi yang meminta perlindungan kepadanya, maka sama dengan menyatakan perang kepada Allah dan Rasulnya. Padahal tindakan demikian bisa menjatuhkan kredibilitas Beliau di mata kelompok-kelompok etnik Arab yang sudah lama memusuhi etnik Yahudi.

 

5.     Beliau memilih jalan yang tersukar untuk dirinya dan termudah untuk umatnya

Apabila ada orang yang lebih memilih mempersulit diri sendiri dari pada mempersulit orang lain, maka dia adalah para Nabi dan Rasul. Begitu pun dengan Muhammad saw. Ketika orang lain disuruh mencari jalan yang termudah dalam beragama, maka Beliau memilih untuk mengurangi tidur, makan dan shalat sampai bengkak kakinya. Ketika dia menyampaikan perintah Allah Swt kepada umat untuk mengeluarkan zakat hartanya hanya sebesar 2,5 bagian saja dari harta mereka, dia bahkan menyerahkan seluruh hartanya untuk perjuangan dan tidak menyisakan untuknya dan keluarganya, kecuali rumah yang menempel di samping mesjid, satu dua potong pakaian dan beberapa butir kurma atau sepotong roti kering untuk sarapan. Sampai-sampai tidurnya hanya di atas pelepah korma. Seperti pernah dia bertanya kepada Aisyah ra. Istrinya apakah hari itu ada sepotong roti kering atau sebiji korma untuk dimakan. Ketika istrinya berkata bahwa tidak ada semua itu, maka Muhammad Saw mengambil batu dan mengganjalkannya ke perut untuk menahan lapar.

 

6.     Beliau lebih mendahulukan tujuan akhirat daripada maksud duniawi.

Para Nabi dan Rasul adalah orang-orang terpilih sekaligus contoh teladan bagi kita. Muhammad Saw menunjukkan bahwa jalan akhirat itu lebih utama daripada kenikmatan dunia dengan seluruh isinya ini. Karena pandangannya yang selalu melihat akhirat sebagai tujuan, maka tidak ada yang sanggup menggoyahkan keyakinannya untuk menegakkan kebenaran.“Seandainya kalian letakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, maka aku tidak akan berhenti dalam menyampaikan risalah ini.” Demikian Muhammad Saw berkata kepada para pemimpin Quraisy yang mencoba menyuap Muhammad SAW dengan harta benda, menjanjikan kedudukan tertinggi di kalangan suku-suku Arab dan juga menyediakan wanita-wanita cantik asalkan Muhammad Saw mau menghentikan dakwahnya di kalangan mereka. Inilah sosok Pemimpin yang abadi cara berpikir dan pengaruhnya akan terus berjalan sampai akhir zaman.

Lalu bagaimana dengan Kebijakan-Kebijakan Rasulullah :

Ada banyak kebijakan-kebijakan yang Rasulullah putuskan baik saat masih di mekah maupun setelah dimadina. Pada saat penyebaran islam secara syiriah dan penyebaran islam secara terang-terangan. Kebijakan- kebijakan ketika menjadi pemimpin pemerintahan, pemimpin perang dan lain sebagainya. Namun  2 antaranya  adalah sebagai berikut :

 


Kebijakan-Kebijakan Rasulullah

Kebijakan pertama yang dilakukan Nabi Muhammad Saw di Madinah adalah membangun masjid yang dikenal sebagai Masjid Nabawi, yang menjadi pusat kegiatan pemerintahan Islam. Selain sebagai tempat ibadah, juga berfungsi sebagai kantor pemerintah pusat dan peradilan. Perjanjijan dan jamuan terhadap delegasi asing, penetapan surat perintah kepada para gubernur dan pengumpulan pajak pun diselenggarakan di masjid. Sebagai hakim, Nabi memeriksa dan memutuskan perkara di masjid. Nabi Muhammad Saw merupakan orang yang pertama kali memperkenalkan kepada masyarakat Arab tentang sisterm pendapatan dan pembelanjaan pemerintahan. Beliau mendirikan lembaga kekayaan masyarakat di Madinah. Lima sumber utama pendapat Negara Islam yaitu zakat, jizyah, kharaj, ghanimah, dan al-fay. Zakat merupakan kewajiban bagi setiap muslim atas harta kekekayaan yang berupa binatang ternak, hasil pertanian, emas, perak, harta perdagangan dan pendapatan lainnya yang diperoleh seseorang.

 

Kebijakan Kedua adalah Mendirikan Lembaga Pendidikan. Nabi Muhammad Saw selalu mendorong masyarakat untuk giat belajar. Pasukan Quraisy yang tertawan dalam perang Badar dibebaskan dengan syarat setiap mereka mengajarkan baca tulis kepada sepuluh anak-anak muslim. Sejak saat itu kegiatan belajar baca tulis dan kegiatan pendidikan lainnya berkembang dengan pesat di kalangan masyarakat. Dan ketika Islam telah tersebar ke seluruh penjuru jazirah Arab, Nabi mengatur pengiriman guru-guru untuk ditugaskan mengajarkan al-Qur’an kepada masyarakat suku-suku terpencil.

 Gambar

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: